Aku Kamu Kala itu
Penulis: A lih muflich Category: Novel Publisher: GACEINDO Telah Terbit: 2026 ISBN: 978-623-8574-96-4 Laman: 124 Negara: Indonesia Bahasa: Indonesia Dimension: 14,5 X 20,5 File Size: 62000 More DetailsAku Kamu kala itu, adalah novel sastra yang merupakan buah rasa penulis terhadap berbagai rasa yang dialami dalam kehidupannya. Ia menuliskan apa yang dialami dan apa yang menjadi bunga tidurnya kemudian menjadi ratapan harap pagi harinya. Menggambarkan kisah kehidupan yang berkaitan perasaannya kisah dalam novel ditulis dalam bentuk sajak indah untuk lebih menarik dan indah ketika dibaca.
Sudut pandang aku dalam novel yang merupakan sudut pandang penulis dalam mencurahkan rasa lewat kata kata yang dituliskannya. Menceritakan tentang kehidupan asmara yang bergejolak dalam batinnya. Berawal dari pertemuan, perkenalan, pertemanan, dan kemudian merambah pada kedekatan yang merupakan sebuah pemantik rasa.
Novel aku kamu kala itu bukan lain adalah sebuah tulisan kenangan sebagaimana judul yang tertera, menceritkan kisah masalalunya yang kini entah bagaimana ceritanya, ia memulai kisahnya dari pertemuan pertamanya. Betapa bahagianya tokoh aku dalam novel ketika kesehariannya bersama dengan perempuan yang ia anggap menjadi harapannya. Namun kisahnya tidak sampai disitu saja.
Gejolak rasa dalam batinnya memaksa untuk segera membuat keputusan, pengakuan atas apa yang terlintas dalam benaknya yang selama ini ia rasa. Bersama gejolak batinnya ia sering berucap pada diri sendiri. Ia mulai tergerak memperjuangkan apa yang dirasa patut diusahakannya. Semakin berusaha semakin berusaha, kekhawatiran yang menghampiri tak sanggup ia bendung lagi. Ia masuk terlalu jauh, ia takut untuk tidak punya kesempatan, ia takut untuk tidak ada kepastian, dan ia takut jika pada akhirnya ia akan ditinggalkan.
Dalam kata kenangnya ia mengatakan “Terka terka itu membuatku masuk kedalam tahap sulit. Segala bentuk pendekatan yang aku lakukan membuatku semakin terasa terhimpit. Aku Diterkam ragu. Mati dalam gigitan sendu dan hilang segala asa atas peduliku bahwa rasaku benar benar tertuju padamu. Aku terkapar, sebuah kenyataan bahwa harapku telah halus oleh mulut yang penuh ketidak pastian, oleh ucapan ucapan manis yang dengan senang ia umbarkan dan dengan terang terangan ia sebutnya gurauan. Lalu apakah tanganku bisa seenaknya digenggam, kemudian dengan muka datar ia menjawab sekedar butuh pegangan. Ah itu keterlaluan bukan ?”
“Aku akan selalu membuat catatan catatan kecil dari tunas tunas baru yang muncul diatas kuburan kisah masalalu. Aku ingin mengungkapkan bahwa aku senang bersama denganmu, bisakah kau terus berada disiku. Aku menyukaimu dan senang bisa terus bersama dengamu. Akan kusampaikan kata ini pada sekuntum bunga kamboja yang tertanam dipemakaman desaku, yang mungkin kau akan temukan kata itu setelah kau mengunjungi kuburan perasaanku. Kuburan rasaku yang mati oleh fakta hubungan tidak pasti itu.”
