slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor hari ini

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

MAN JADDA WAJADA MAN SAARA WASHALA - Penerbit Gaceindo
MAN JADDA WAJADA MAN SAARA WASHALA

MAN JADDA WAJADA MAN SAARA WASHALA

 Penulis: Dr. H. Muhammad Fakih Khusni, S.Ag., MSI,. MM.  Publisher: GACEINDO  Telah Terbit: 2026  ISBN: PROSES  Laman: 260  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Dimension: 14,5 X 20,5  File Size: 143.000 More Details
 Deskripsi:

Siapa bersungguh-sungguh akan berhasil. Siapa menapaki jalan kebenaran akan sampai pada tujuannya – Perspektif Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah.

Buku ini bukan buku motivasi biasa, melainkan sebuah karya literasi yang mengungkapkan panduan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dicanangkan Kemenag RI untuk Madrasah. Berpangkalan ide dasar bahwa peserta didik atau murid tidak akan pernah melakukan Man Jadda (bersungguh-sungguh) kalau dia tidak merasa dicintai. Dan anak tidak akan pernah berikhtiar untuk Man Sara (menemukan jalannya) kalau gurunya tidak mencintai jalannya.

Selama ini kurikulum kita berbasis capaian target, nilai, dan ranking. Akibatnya anak pintar tapi cemas, hafal tapi tidak bahagia. KBC membalik itu, melalui ungkapan bahwa cinta dulu yang diajarkan, untuk selanjutnya masuk dalam pemahaman keilmuan.

Bagian Utama dalam buku menjelaskan inspirasi makna filosofi Man Jadda Wajada dalam Pendidikan. Inspirasi tersebut menjelaskan makna spiritual bahwa kesungguhan (Jadda) bukanlah paksaan, tapi lahir dari cinta. Anak yang dicintai akan dengan sendirinya bersungguh-sungguh tanpa disuruh.

Selanjutnya, makna Man Sara Washala, dalam pembelajaran yakni Shala (sampai tujuan) tidak harus jadi juara nomor satu. Tujuan pendidikan adalah anak menemukan jalan hidupnya menjadi anak shalih, berakhlak dan bermanfaat. Guru bertugas mulia untuk menunjukkan jalan, bukan nya memaksa menentukan jalan, inilah bagian implementasi Praktis KBC di Madrasah dalam muatan isi utamanya. Maka dalam buku ini diuraikan cara menerapkan 5 Cinta KBC di ruang-ruang kelas istimewa madrasah, yaitu:

Pertama. Cinta Allah dan Rasul: Implementasikan metodologi pembelajaran yang dimulai dengan doa-doa, lafadzkan kitab suci, dan pembiasan amaliyah spiritual melalui penghayatan dan pemahaman mendalam bukan rutinitas semata.

Kedua. Cinta Ilmu: Guru tidak mengajar karena kurikulum, tapi karena cinta pada ilmu yang diajarkan. Sehingga perpindahan ilmu dari guru ke murid menjadi perpindahan kasih sayang guru pada muridnya.

Ketiga. Cinta Diri Sendiri dan Sesama: Tidak ada bullying kekerasan, intimidasi sistem, hukuman yang mempermalukan dan adanya penerapan disiplin dengan cinta kasih.

Keempat. Cinta Lingkungan: Implementasikan Eko Teologi dengan hadirkan suasana kelas belajar yang bersih, merawat tanaman di lingkungan madrasah sebagai bagian dari perintah Tuhan sehingga menjadi ibadah.

Kelima. Cinta Tanah Air: Moderasi beragama, toleran, bangga jadi anak Indonesia.

Pada bahasan buku dilengkapi uraian materi kurikulum Berbasis Cinta, dan Studi Kasus Madrasah yang sudah berhasil sukses mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta.

Man Jadda Wajada tidak akan terjadi dengan tekanan. Ia hanya terjadi di ruang kelas yang penuh cinta. Sementara ungkapan Man Sara Washala merupakan janji, bagi setiap pencari ilmu di lembaga pendidikan. Maknanya bahwa siapa saja yang berjalan di jalan yang benar dengan cinta, pasti Allah sampaikan pada cita-cita mulianya.

Buku ini sangat cocok dibaca dan dipelajari oleh para Kepala Madrasah, Guru, Pengawas, dan Orang Tua yang merasa lelah dengan konsep pendidikan yang penuh target capaian. Melalui referensi buku ini penulis mengajak pembaca yang menginginkan marwah pendidikan kembali ke hakikatnya yaitu mendidik dengan Cinta.

shop